Pages

Senin, 22 Oktober 2012

KOMPETENSI KEPRIBADIAN


Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. Surya (diakses 04/10/11) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal, yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik.  Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan; pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan  perwujudan diri. Komptensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Subkompetensi mantap dan stabil memiliki indicator esensial yakni bertindak sesuai dengan hukum, bertindak sesuai dengan norma social, bangga menjadi guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak dan bertutur.
Gumelar dan Dahyat (diakses 04/10/11) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education, mengemukakan kompetensi pribadi meliputi
a)      pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama
b)       pengetahuan tentang budaya dan tradisi
c)       pengetahuan tentang inti demokrasi
d)      pengetahuan tentang estetika
e)       memiliki apresiasi dan kesadaran sosial
f)        memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan
g)       setia terhadap harkat dan martabat manusia.
 Sedangkan kompetensi guru secara lebih khusus lagi adalah
a)      bersikap empati,
b)      terbuka,
c)       berwibawa,
d)       bertanggung jawab dan
e)      mampu menilai diri pribadi.

Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. Sebab, kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik.
 Mengacu kepada standar nasional pendidikan (diakses 04/10/11), kompetensi kepribadian guru meliputi
1)      Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, yang indikatornya bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial. Bangga sebagai pendidik, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
2)       Memiliki kepribadian yang dewasa, dengan ciri-ciri, menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik yang memiliki etos kerja.
3)      Memiliki kepribadian yang arif, yang ditunjukkan dengan tindakan yang bermanfaat bagi peserta didik, sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
4)       Memiliki kepribadian yang berwibawa, yaitu perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
5)       Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan, dengan menampilkan tindakan yang sesuai dengan norma religius (iman dan takwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
Esensi kompetensi kepribadian guru semuanya bermuara ke dalam intern pribadi guru. Kompetensi pedagogik, profesional dan sosial yang dimiliki seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran, pada akhirnya akan lebih banyak ditentukan oleh kompetensi kepribadian yang dimilikinya. Tampilan kepribadian guru akan lebih banyak memengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pribadi guru yang santun, respek terhadap siswa, jujur, ikhlas dan dapat diteladani, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran apapun jenis mata pelajarannya.

Menurut akhmadsudrajat (diakses 9/10/2011) Kompetensi Konselor meliputi :

a.      Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani
a)      Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas, kebebasan memilih, dan mengedepankan kemaslahatan konseli dalam konteks kemaslahatan umum
ü  Mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi
ü   Menghargai dan mengembangkan potensi positif individu pada umumnya dan konseli pada khususnya
ü  Peduli terhadap kemaslahatan manusia pada umumnya dan konseli pada khususnya
ü  Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya.
ü  Toleran terhadap permsalahan konseli
ü   Bersikap demokratis
b.      Menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling
a)       Menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling
ü  Menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya.
ü  Mengimplementasikan prinsipprinsip pendidikan dan proses pembelajaran.
ü  Menguasai landasan budaya dalam praksis pendidikan
b)       Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan
ü  Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan formal, non formal, dan informal
ü  Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenis pendidikan umum, kejuruan, keagamaan, dan khusus.
ü  Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenjang pendidikan usia dini, dasar dan menengah.
c)      Menguasai konsep dan praksis penelitian bimbingan dan konseling
ü  Memahami berbagai jenis dan metode penelitian
ü  Mampu merancang penelitian bimbingan dan konseling.
ü   Melaksanakan penelitian bimbingan dan konseling.
ü  Memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling.
d)      Menguasai kerangka teori dan praksis bimbingan dan konseling
ü  Mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling.
ü  Mengaplikasikan arah profesi bimbingan dan konseling.
ü  Mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan bimbingan dan konseling.
ü  Mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja.
ü  Mengaplikasikan pendekatan/model/ jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
ü   Mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling.
c.        Menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan
a)      Merancang program bimbingan dan konseling
ü  Menganalisis kebutuhan konseli.
ü  Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan..
ü  Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling
ü  Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling
b)      Mengimplemantasikan program bimbingan dan konseling yang komprehensif.
ü  Melaksanakan program bimbingandan konseling.
ü  Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam layanan bimbingan dan konseling.
ü  Memfasilitasi perkembangan akdemik, karier, personal, dan sosial konseli.
ü  Mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling.
c)      Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling
ü  Melakukan evaluasi hasil, proses dan program bimbingan dan konseling.
ü  Melakukan penyesuaian proses layanan bimbingan dan konseling.
ü  Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi layanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait.
ü  Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling.
d)      Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan dan masalah
ü  Menguasai hakikat asesmen.
ü  Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling .
ü  Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling.
ü  Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalahmasalah konseli
ü  Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli
ü  Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan.
ü  Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling
ü  Mengunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat.
ü  Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen.
d.      Mengembangkan pribadi dan profesionalitas secara berkelanjutan
a)      Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
ü  Menampilkan kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa..
ü  Konsisten dalam menjalankan kehidupan bergama dan toleran terhadap pemeluk agama lain.
ü  Berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.
b)      Menunjukkan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat.
ü  Menampilkan kepribadian dan perilaku yang terpuji (seperti berwibawa, jujur, sabar, ramah dan konsisten)
ü  Menampilkan emosi yang stabil.
ü  Peka, bersikap empati, serta menghormati keragaman dan perubahan.
ü  Menampilkan toleransi tinggi terhadap konseli yang menghadapi stres dan frustasi.
ü  Menampilkan tindakan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif. Bersemangat, berdisiplin, dan mandiri. Berpenampilan menarik dan menyenangkan.
ü  Berkomunikasi secara efektif.
c)      Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional
ü  Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan pribadi dan profesional.
ü  Menyelenggarakan layanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional konselor.
ü  Mempertahankan obyektivittas dan menjaga agar tidak larut dengan masalah konseli.
ü  Melaksanakan referal sesuai dengan keperluan.
ü  Peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi.
ü  Mendahulukan kepentingan konseli daripada kepentingan pribadi konselor
d)      Mengimplementasikan kolaborasi intern di tempat bekerja
ü  Memahami dasar, tujuan, organisasi dan peran pihak-pihak lain (guru, wali kelas, pimpinan sekolah/madrasah, komite sekolah/ madrasah di tempat bekerja
ü  Mengkomunikasikan dasar, tujuan, dan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak-pihak lain di tempat bekerja.
ü  Bekerja sama dengan pihak-pihak terkait di dalam tempat bekerja (seperti guru, orang tua, tenaga administrasi)
e)      Berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling.
ü  Memahami dasar, tujuan, dan AD/ART organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri.dan profesi.
ü  Menaati Kode Etik profesi bimbingan dan konseling.
ü  Aktif dalam organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri.dan profesi.
f)       Mengimplementasikan kolaborasi antar profesi
ü  Mengkomunikasikan aspek-aspek profesional bimbingan dan konseling kepada organisasi profesi lain.
ü  Memahami peran organisasi profesi lain dan memanfaatkannya untuk suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling.
ü  Bekerja dalam tim bersama tenaga paraprofesional dan profesional profesi lain.
ü  Melaksanakan referal kepada ahli profesi lain sesuai keperluan.




SUMBER :


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

animasi blog

Blogroll


Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Blogger templates